Categories
Berita,

Firdaus Hasbullah Jelaskan Soal Anak Muda Jadi Sasaran Narkoba di Acara IPNU-IPPNU Sumsel

Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI Firdaus Hasbullah, SH, MH menjadi salah satu pembicara dalam acara Sekolah Bersinar (Bersihkan Narkoba) yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU Sumsel, 8 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Firdaus Hasbullah menjelaskan mengapa generasi muda menjadi sasaran narkoba? Bagaimana dampaknya? Bagaimana pula peran strategis IPNU/IPPNU Sumsel dalam mengatasi hal tersebut?

Mengapa Generasi Muda Menjadi Sasaran?

Firdaus Hasbullah menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa sindikat narkoba menjadikan pelajar dan mahasiswa sebagai target utama.

1. Rasa ingin tahu yang tinggi

Masa remaja merupakan fase pencarian jati diri. Keinginan mencoba hal baru sering dimanfaatkan oleh pengedar dengan menawarkan narkoba sebagai sesuatu yang dianggap “keren”, “gaul”, atau “berani”.

2. Pengaruh teman sebaya

Sebagian besar penyalahgunaan narkoba diawali bukan karena keinginan sendiri, melainkan karena ajakan teman. Lingkungan pergaulan yang negatif sering menjadi pintu masuk pertama.

3. Kurangnya pengawasan

Kesibukan orang tua, lemahnya komunikasi keluarga, serta minimnya pengawasan terhadap aktivitas digital membuka peluang bagi jaringan narkoba untuk melakukan pendekatan kepada remaja.

4. Tekanan psikologis

Stres akibat pelajaran, konflik keluarga, tekanan ekonomi, atau persoalan percintaan sering membuat sebagian remaja mencari pelarian yang salah.

5. Literasi narkoba yang masih rendah

Masih banyak pelajar yang belum memahami bahwa narkoba hadir dalam berbagai bentuk dan modus baru, termasuk penyalahgunaan obat-obatan tertentu, zat sintetis, maupun penyalahgunaan cairan rokok elektronik (vape).

Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Penyalahgunaan narkoba menimbulkan kerugian yang sangat luas dan dampak yang luar biasa.

Tantangan di Era Digital

Generasi Z hidup di era digital yang menghadirkan dua sisi berbeda. Di satu sisi, teknologi mempermudah akses terhadap ilmu pengetahuan.

Namun di sisi lain, teknologi juga dimanfaatkan jaringan narkoba untuk:

  • promosi terselubung;
  • perekrutan kurir;
  • komunikasi rahasia;
  • transaksi daring;
  • penyebaran gaya hidup bebas.

Karena itu, pendidikan anti narkoba tidak lagi cukup dilakukan melalui ceramah satu arah, melainkan harus memanfaatkan media digital, video pendek, podcast, kampanye media sosial, hingga komunitas kreatif yang dekat dengan kehidupan pelajar.

Peran Strategis Organisasi Pelajar

IPNU dan IPPNU memiliki posisi yang sangat strategis karena:

  • hadir langsung di lingkungan pelajar;
  • memiliki sistem kaderisasi yang berjenjang;
  • mengedepankan nilai keagamaan;
  • dekat dengan sekolah dan pesantren;
  • mampu menggerakkan relawan sebaya.

Pelajar lebih mudah menerima ajakan dari teman sebayanya dibandingkan dari orang dewasa. Oleh karena itu, kader IPNU dan IPPNU harus dipersiapkan sebagai Peer Educator (Pendidik Sebaya) dan Peer Counselor (Konselor Sebaya) yang mampu memberikan edukasi, pendampingan, serta menjadi teladan dalam membangun budaya hidup sehat dan bebas narkoba.

Menurut Firdaus Hasbullah, itulah filosofi utama Program SEKOLAH BERSINAR, yaitu membangun ketahanan diri pelajar sehingga mereka tidak hanya mampu mengatakan “tidak” terhadap narkoba, tetapi juga mampu mengajak teman-temannya untuk memilih jalan hidup yang sehat, produktif, dan bermartabat.

Makalah selengkapnya bisa diunduh disini